Posted by:
Sekilas Info
Updated at :
Senin, Juli 04, 2011
Tags:
suara suporter
Petugas Kepolisian Resor Kota Blitar, Jawa Timur, mengawal ketat kepulangan para suporter Persebaya 1927 pasca aksi lempar batu saat timny...
Petugas Kepolisian Resor Kota Blitar, Jawa Timur, mengawal ketat kepulangan para suporter Persebaya 1927 pasca aksi lempar batu saat timnya melawan Blitar Selection di Stadion Supriyadi, Kota Blitar, Minggu petang.
"Kami sudah menempatkan lebih dari 150 petugas untuk mengawal kepulangan mereka. Kami akan naikkan kendaraan menuju Kediri, untuk kepulangannya," kata Kepala Bagian Operasional Polresta Blitar Kompol Slamet Riyadi.
Ia mengatakan, saat ini polisi sudah mempersiapkan angkutan untuk mengangkut ratusan Bonek ini menuju Kediri. Kendaraan yang dipersiapkan, di antaranya truk umum hingga kendaraan polisi.
Pihaknya juga memastikan, saat ini Stadion Supriyadi yang digunakan untuk pertandingan kedua kesebelasan yang berlaga dalam pertandingan persahabatan itu sudah steril dari para Bonek maupun suporter dari Blitar Selection.
"Kami pastikan, lokasi stadion sudah steril dari para Bonek. Kami juga sudah turunkan personel untuk mengamankan lokasi stadion. Saat ini, kendali ada di bawah Kapolresta langsung," ucapnya.
Pihaknya memang tidak mengarahkan para suporter untuk naik kereta api. Hal itu sesuai dengan aturan dari pihak kereta api, yang tidak memperbolehkan para suporter untuk naik.
Menyinggung dengan kerusakan, Kompol Slamet mengatakan tidak ada kerusakan yang serius. Hanya ada truk polisi dan bus milik Pemerintah Kota Blitar yang digunakan untuk mengangkut para pemain yang rusak sedikit. Sementara itu, untuk lokasi stadion sendiri, tidak ada kerusakan yang signifikan.
Sementara itu, Kepala Stasiun Kereta Api Kota Blitar, Mawan Novianto membenarkan jika pihaknya melarang penumpang menggunakan atribut suporter untuk naik kereta.
"Itu aturan dari pusat, jadinya kami juga tidak memperbolehkan mereka naik. Kami persilakan, jika mereka tidak menggunakan atribut jika ingin naik kereta, karena kami anggap penumpang biasa. Tetapi, jika ketahuan menggunakan atribut suporter, kami tidak izinkan," ucapnya.
Pihaknya juga sudah menempatkan bagian pengamanan dari stasiun untuk mengamankan lokasi. Ia berharap, peristiwa lempar batu antarsuporter yang terjadi, saat pertandingan antara Persebaya 1927 melawan Blitar Selection itu tidak berlanjut di jalur kereta api.
Aksi lempar batu antarsuporter terjadi saat pertandingan antara Persebaya 1927 melawan Blitar Selection. Detik-detik akan terjadinya kericuhan mulai terlihat sepuluh menit menjelang pertandingan, dengan mulai adanya aksi lempar batu. Aksi kembali terhenti, setelah pertandingan dimulai.
Kericuhan mulai terjadi kembali, saat pertandingan baru berjalan sepuluh menit. Wasit Muhaimin sempat menghentikan pertandingan hingga 10 menit, tetapi tetap tidak ada pengaruh. Hingga pertandingan berjalan 20 menit, wasit akhirnya menghentikan pertandingan. (antara)
[ad#twitter]
"Kami sudah menempatkan lebih dari 150 petugas untuk mengawal kepulangan mereka. Kami akan naikkan kendaraan menuju Kediri, untuk kepulangannya," kata Kepala Bagian Operasional Polresta Blitar Kompol Slamet Riyadi.
Ia mengatakan, saat ini polisi sudah mempersiapkan angkutan untuk mengangkut ratusan Bonek ini menuju Kediri. Kendaraan yang dipersiapkan, di antaranya truk umum hingga kendaraan polisi.
Pihaknya juga memastikan, saat ini Stadion Supriyadi yang digunakan untuk pertandingan kedua kesebelasan yang berlaga dalam pertandingan persahabatan itu sudah steril dari para Bonek maupun suporter dari Blitar Selection.
"Kami pastikan, lokasi stadion sudah steril dari para Bonek. Kami juga sudah turunkan personel untuk mengamankan lokasi stadion. Saat ini, kendali ada di bawah Kapolresta langsung," ucapnya.
Pihaknya memang tidak mengarahkan para suporter untuk naik kereta api. Hal itu sesuai dengan aturan dari pihak kereta api, yang tidak memperbolehkan para suporter untuk naik.
Menyinggung dengan kerusakan, Kompol Slamet mengatakan tidak ada kerusakan yang serius. Hanya ada truk polisi dan bus milik Pemerintah Kota Blitar yang digunakan untuk mengangkut para pemain yang rusak sedikit. Sementara itu, untuk lokasi stadion sendiri, tidak ada kerusakan yang signifikan.
Sementara itu, Kepala Stasiun Kereta Api Kota Blitar, Mawan Novianto membenarkan jika pihaknya melarang penumpang menggunakan atribut suporter untuk naik kereta.
"Itu aturan dari pusat, jadinya kami juga tidak memperbolehkan mereka naik. Kami persilakan, jika mereka tidak menggunakan atribut jika ingin naik kereta, karena kami anggap penumpang biasa. Tetapi, jika ketahuan menggunakan atribut suporter, kami tidak izinkan," ucapnya.
Pihaknya juga sudah menempatkan bagian pengamanan dari stasiun untuk mengamankan lokasi. Ia berharap, peristiwa lempar batu antarsuporter yang terjadi, saat pertandingan antara Persebaya 1927 melawan Blitar Selection itu tidak berlanjut di jalur kereta api.
Aksi lempar batu antarsuporter terjadi saat pertandingan antara Persebaya 1927 melawan Blitar Selection. Detik-detik akan terjadinya kericuhan mulai terlihat sepuluh menit menjelang pertandingan, dengan mulai adanya aksi lempar batu. Aksi kembali terhenti, setelah pertandingan dimulai.
Kericuhan mulai terjadi kembali, saat pertandingan baru berjalan sepuluh menit. Wasit Muhaimin sempat menghentikan pertandingan hingga 10 menit, tetapi tetap tidak ada pengaruh. Hingga pertandingan berjalan 20 menit, wasit akhirnya menghentikan pertandingan. (antara)
[ad#twitter]
Title : Polisi Kawal Kepulangan Bonek dari Blitar
Description :
Description :
0 comments "Polisi Kawal Kepulangan Bonek dari Blitar"