Posted by:
Sekilas Info
Updated at :
Senin, Juli 04, 2011
Tags:
hasil pertandingan
Laga persahabatan antara Persebaya 1927 melawan Blitar Selection di Stadion Supriyadi, Kota Blitar, Jawa Timur, Minggu sore berlangsung ricu...
Laga persahabatan antara Persebaya 1927 melawan Blitar Selection di Stadion Supriyadi, Kota Blitar, Jawa Timur, Minggu sore berlangsung ricuh dengan diwarnai perang batu antarsuporter, hingga beberapa di antara mereka terluka dan terpaksa dibawa ke puskesmas terdekat.
Andik, salah seorang penonton, mengemukakan kondisi para suporterdi lapangan memang sudah mulai terlihat memanas sepuluh menit sebelum pertandingan dimulai. Sudah terjadi perang batu di antara kedua suporter.
"Awalnya dari kedua suporter ini sudah terlihat "panas". Bahkan, sepuluh menit sebelum pertandingan mereka sudah saling lempar batu," katanya.
Beruntung, kata dia, aksi lempar batu itu bisa terhenti. Tetapi, sayangnya, aksi itu kembali terjadi saat pertandingan memasuki sepuluh menit.
Terjadi kembali saling lempar batu di tribun sebelah utara antarsesama penonton. Bahkan, para suporter dari tuan rumah, berlari mengejar para suporter dari bonek.
Karena situasi yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya pertandingan itu dihentikan. Hingga babak pertama usai, pertandingan memang diputuskan untuk tidak dilanjutkan.
Beberapa suporter mengaku tidak terima hingga terpaksa melakuan aksi lempar batu itu. Mereka menuding, para suporter telah disusupi suporter Aremania, hingga mereka tidak terima.
"Ini karena suporter telah disusupi Aremania," kata salah satu bonek.
Polisi yang ada di lokasi langsung berupaya menghentikan aksi perang batu di antara kedua suporter itu. Mereka bahkan menembakkan pistol ke udara, agar para suporter berhenti saling lempar batu.
Para pemain Persebaya dan Blitar Selection langsung dievakuasi dari lapangan tempat keduanya bertanding. Mereka memasuki bus yang disedikan panitia. Sayangnya, saat akan meninggalkan lokasi stadion, bus yang mereka tumpangi juga menjadi sasaran kemarahan para suporter, hingga kaca samping bus retak. Hingga kini, belum diketahui apakah ada pemain yang terluka karena lemparan batu itu atau tidak.
Sementara itu, polisi terus berupaya menghentikan aksi perang batu di antara keduanya. Polisi juga terus mengawal dengan ketat, untuk proses pemulangan mereka. Para suporter dari Persebaya 1927 dikawal ke lokasi terminal, sementara untuk suporter dari Blitar Selection diupayakan segera keluar menggunakan kendaraan pribadi yang mereka bawa sendiri. (antara)
[ad#twitter]
Andik, salah seorang penonton, mengemukakan kondisi para suporterdi lapangan memang sudah mulai terlihat memanas sepuluh menit sebelum pertandingan dimulai. Sudah terjadi perang batu di antara kedua suporter.
"Awalnya dari kedua suporter ini sudah terlihat "panas". Bahkan, sepuluh menit sebelum pertandingan mereka sudah saling lempar batu," katanya.
Beruntung, kata dia, aksi lempar batu itu bisa terhenti. Tetapi, sayangnya, aksi itu kembali terjadi saat pertandingan memasuki sepuluh menit.
Terjadi kembali saling lempar batu di tribun sebelah utara antarsesama penonton. Bahkan, para suporter dari tuan rumah, berlari mengejar para suporter dari bonek.
Karena situasi yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya pertandingan itu dihentikan. Hingga babak pertama usai, pertandingan memang diputuskan untuk tidak dilanjutkan.
Beberapa suporter mengaku tidak terima hingga terpaksa melakuan aksi lempar batu itu. Mereka menuding, para suporter telah disusupi suporter Aremania, hingga mereka tidak terima.
"Ini karena suporter telah disusupi Aremania," kata salah satu bonek.
Polisi yang ada di lokasi langsung berupaya menghentikan aksi perang batu di antara kedua suporter itu. Mereka bahkan menembakkan pistol ke udara, agar para suporter berhenti saling lempar batu.
Para pemain Persebaya dan Blitar Selection langsung dievakuasi dari lapangan tempat keduanya bertanding. Mereka memasuki bus yang disedikan panitia. Sayangnya, saat akan meninggalkan lokasi stadion, bus yang mereka tumpangi juga menjadi sasaran kemarahan para suporter, hingga kaca samping bus retak. Hingga kini, belum diketahui apakah ada pemain yang terluka karena lemparan batu itu atau tidak.
Sementara itu, polisi terus berupaya menghentikan aksi perang batu di antara keduanya. Polisi juga terus mengawal dengan ketat, untuk proses pemulangan mereka. Para suporter dari Persebaya 1927 dikawal ke lokasi terminal, sementara untuk suporter dari Blitar Selection diupayakan segera keluar menggunakan kendaraan pribadi yang mereka bawa sendiri. (antara)
[ad#twitter]
Title : Laga Persebaya Di Blitar Terhenti Akibat Kerusuhan
Description :
Description :
0 comments "Laga Persebaya Di Blitar Terhenti Akibat Kerusuhan"