Posted by:
Sekilas Info
Updated at :
Senin, Juni 02, 2014
Tags:
wayne rooney
Performa melempem Rooney di Piala Dunia telah banyak didiskusikan jelang turnamen di Brasil. Berstatus salah satu pemain paling berpengalama...
Performa melempem Rooney di Piala Dunia telah banyak didiskusikan jelang turnamen di Brasil. Berstatus salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuat berwajah baru dan salah satu pemain paling penting Inggris, faktanya pemain 28 tahun ini masih belum mencetak satu gol pun di putaran final Piala Dunia. Cedera memainkan peran dalam memastikan kita belum pernah melihat seorang Rooney yang fit di ajang Piala Dunia, tapi untuk seseorang dengan talenta sepertinya, kegagalan mencetak satu gol pun menjadi kisah yang sangat menyedihkan.
Bahkan Ronney pun sempat di kritik oleh rekan setimnya di Manchester United, Paul Scholes, tetapi hal itu di bantah oleh kapten Timnas Inggris Steven Gerrard.
Steven Gerrard memberikan pembelaan kepada Wayne Rooney setelah beberapa waktu lalu disebut Paul scholes sudah melewati era keemasannya. Scholes berpendapat di usia sekarang ini, Rooney menunjukkan kemampuan yang tidak lebih baik ketimbang saat masih berusia 26 tahun.
"Di usia 28 atau 29 biasanya menjadi puncak keemasan pemain. Dengan Wayne, hal itu mungkin terjadi ketika ia mencetak 27 gol di musim 2011/12 ketika masih 26 tahun," katanya.
Namun Gerrard langsung menyanggah pendapat tersebut.
"Paul Scholes salah," kata Gerrard.
"Saya pikir ia masih menjadi pemain terbaik Manchester United di Inggris dan di Eropa. Performanya luar biasa."
"Saya hanya bisa menilai dari pendapat saya, tapi dari apa yang saya lihat dari performanya bersama United, performanya sangat positif," tandasnya
Memang, Rooney tak hanya harus berurusan dengan cedera, tapi juga bermain sebagai bagian dari tim Inggris yang tampil jelek dalam beberapa turnamen terakhir, jadi ada situasi yang memang kurang mendukung. Namun, kali ini alasan akan lebih sulit dicari. Dengan tujuh gol di babak kualifikasi, Rooney memimpin daftar pencetak gol Grup H dan kendati menjalani musim mengecewakan dengan Manchester United, Rooney berangkat ke Amerika Serikat (kamp latihan Inggris) dan Brasil dengan kondisi kesehatan optimal. Dengan Inggris menghadapi tugas sulit untuk keluar dari Grup D nan berat, banyak hal yang dibutuhkan dan diharapkan darinya, dan orang-orang sudah mulai bertanya-tanya apakah dia akan menunjukkan performa bagus.
Mudah untuk melihat alasan suporter menjadi frustrasi. Dalam laga menghadapi Peru, tak ada hasil signifikan dari kerja samanya dengan Daniel Sturridge, dan pertandingan terus berlangsung dengan Rooney yang terlihat makin lesu terus turun lebih dan lebih dalam untuk mencari bola, dan dengan melakukan hal tersebut hilanglah efektivitasnya sebagai ancaman di depan. Hasratnya untuk ikut berperan dalam permainan tampaknya malah menjadi hal yang riweh baginya.
Rooney dan Sturridge kesulitan membentuk kerja sama di Wembley, tapi dengan terbatasnya waktu bermain bersama bisakah hanya menyalahkan salah satu pemain? Ini adalah satu dari tiga partai eksebisi di mana duo tersebut bakal mendapatkan waktu lebih untuk menemukan koneksi, sementara sinkronisasi mereka, tak usah diragukan lagi, bakal menjadi fokus latihan mereka jelang beraksi di Brasil. Memberikan penilaian untuk kerja sama mereka dua minggu sebelum kick-off dilakukan tentunya prematur.
Sejarah Rooney dengan cedera juga harus turut dipertimbangkan. Salah satu keprihatinan utama Hodgson adalah menurunkan Rooney yang 100 persen fit di Brasil, dan salah satu hal penting untuk mewujudkan ini adalah menangani sang pemain dengan tepat menjelang turnamen. Dengan dua pekan latihan intensif dan dua laga internasional lagi bakal dilalui, Rooney dkk. semuanya memiliki risiko untuk mendapat cedera, dengan dengan kondisi di Brasil sendiri menjadi tantangan tersendiri, kebugaran penuh pemain sangatlah penting.
Selain segala hal di atas, ada satu faktor lebih besar yang harus dipertimbangkan. Wayne Rooney akan ingin membuktikan kepada dunia bahwa dia memang pemain yang bisa memenuhi ekspektasi, dan hasrat menyala-nyala ini, kebanggaan profesional yang membara ini akan menjadi faktor motivasi dalam memastikan Rooney pada akhirnya bersinar untuk Inggris di panggung terbesar.
Bahkan Ronney pun sempat di kritik oleh rekan setimnya di Manchester United, Paul Scholes, tetapi hal itu di bantah oleh kapten Timnas Inggris Steven Gerrard.
Steven Gerrard memberikan pembelaan kepada Wayne Rooney setelah beberapa waktu lalu disebut Paul scholes sudah melewati era keemasannya. Scholes berpendapat di usia sekarang ini, Rooney menunjukkan kemampuan yang tidak lebih baik ketimbang saat masih berusia 26 tahun.
"Di usia 28 atau 29 biasanya menjadi puncak keemasan pemain. Dengan Wayne, hal itu mungkin terjadi ketika ia mencetak 27 gol di musim 2011/12 ketika masih 26 tahun," katanya.
Namun Gerrard langsung menyanggah pendapat tersebut.
"Paul Scholes salah," kata Gerrard.
"Saya pikir ia masih menjadi pemain terbaik Manchester United di Inggris dan di Eropa. Performanya luar biasa."
"Saya hanya bisa menilai dari pendapat saya, tapi dari apa yang saya lihat dari performanya bersama United, performanya sangat positif," tandasnya
Memang, Rooney tak hanya harus berurusan dengan cedera, tapi juga bermain sebagai bagian dari tim Inggris yang tampil jelek dalam beberapa turnamen terakhir, jadi ada situasi yang memang kurang mendukung. Namun, kali ini alasan akan lebih sulit dicari. Dengan tujuh gol di babak kualifikasi, Rooney memimpin daftar pencetak gol Grup H dan kendati menjalani musim mengecewakan dengan Manchester United, Rooney berangkat ke Amerika Serikat (kamp latihan Inggris) dan Brasil dengan kondisi kesehatan optimal. Dengan Inggris menghadapi tugas sulit untuk keluar dari Grup D nan berat, banyak hal yang dibutuhkan dan diharapkan darinya, dan orang-orang sudah mulai bertanya-tanya apakah dia akan menunjukkan performa bagus.
Mudah untuk melihat alasan suporter menjadi frustrasi. Dalam laga menghadapi Peru, tak ada hasil signifikan dari kerja samanya dengan Daniel Sturridge, dan pertandingan terus berlangsung dengan Rooney yang terlihat makin lesu terus turun lebih dan lebih dalam untuk mencari bola, dan dengan melakukan hal tersebut hilanglah efektivitasnya sebagai ancaman di depan. Hasratnya untuk ikut berperan dalam permainan tampaknya malah menjadi hal yang riweh baginya.
Rooney dan Sturridge kesulitan membentuk kerja sama di Wembley, tapi dengan terbatasnya waktu bermain bersama bisakah hanya menyalahkan salah satu pemain? Ini adalah satu dari tiga partai eksebisi di mana duo tersebut bakal mendapatkan waktu lebih untuk menemukan koneksi, sementara sinkronisasi mereka, tak usah diragukan lagi, bakal menjadi fokus latihan mereka jelang beraksi di Brasil. Memberikan penilaian untuk kerja sama mereka dua minggu sebelum kick-off dilakukan tentunya prematur.
Sejarah Rooney dengan cedera juga harus turut dipertimbangkan. Salah satu keprihatinan utama Hodgson adalah menurunkan Rooney yang 100 persen fit di Brasil, dan salah satu hal penting untuk mewujudkan ini adalah menangani sang pemain dengan tepat menjelang turnamen. Dengan dua pekan latihan intensif dan dua laga internasional lagi bakal dilalui, Rooney dkk. semuanya memiliki risiko untuk mendapat cedera, dengan dengan kondisi di Brasil sendiri menjadi tantangan tersendiri, kebugaran penuh pemain sangatlah penting.
Selain segala hal di atas, ada satu faktor lebih besar yang harus dipertimbangkan. Wayne Rooney akan ingin membuktikan kepada dunia bahwa dia memang pemain yang bisa memenuhi ekspektasi, dan hasrat menyala-nyala ini, kebanggaan profesional yang membara ini akan menjadi faktor motivasi dalam memastikan Rooney pada akhirnya bersinar untuk Inggris di panggung terbesar.
Title : Brazil 2014, Ajang Pembuktian Rooney?
Description :
Description :

0 comments "Brazil 2014, Ajang Pembuktian Rooney?"