Kalau begini Indonesia bisa masuk piala dunia nih,..
Wah bangga banget gw sama IndonesiaU19 . Juara bos,..
EH semalem nonton bola gak lu? Kerenbanget ya?...
Sayup- sayup ini masih kita dengar,topik yang tidak kunjung habis dibicarakan oleh siapapun.
Tukang becak, ibu-ibu warteg, anak kecil, hingga sang tuan SBY berkomentar akan hal ini
Surat ini kami sampaikan kepadamu,dari jari saya yang mewakili teman-teman lain yang juga merasakan haru dan bangga akan prestasimu. Kami adalah orang yang berhasil mengkolaborasikan rasairi yang ditutupi dengan optimisme. Rasa iri ingin sepertimu. Dijepret olehkilauan cahaya disaat menaruh bola di garis korner, sementara 10-20 meter disekelilingmu bersorak sorai mendukungmu.
Iya, kami iri. Kami hanya bisa duduk di depan kaca, sambil sesekali menceritakan pengetahuan kami tentang sepak bolakepada sekeliling, adik, orang tua bahkan pasangan kami, hanya untuk dianggap bahwa mereka yang sedang bertanding, sama baiknya dengan apa yang kami ketahui.
Itu adanya kami, Dimas.
Dimas, ada 2 pesan yang ingin kami sampaikan dan semoga secarik pesan ini berhasil kamu baca.
Pesan pertama :
Kita belum apa-apa dimas.
Pesan kedua :
Kita masih belum apa-apa dimas.
Capt, kami hanya ingin memastikan bahwa engkau masih merasa haus dan belum cepat berpuas diri. Kami ingin memastikan bahwa engkau tidak lantas mengubah orientasimu bersepakbola karena ingin terkenal sambil sesekali masuk TV karena iklan tidak jelas yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan keahlianmu mengolah bola. Karena kami sudah lelah diberikan janji oleh politikus busuk tentang negara sejahtera. Kami lelah mendengar kata-kata munafik keluar dari mulut mereka sementara yang adadi otaknya hanya tentang perut dan bawahnya. Tapi dari garis besar itu semua,kami juga benci dengan diri kami sendiri. Kami benci diri kami, karena kamiterlalu sering berharap.
Capt, banyak yang hilang bahwa suara kami adalah seperti pemain ke dua belas, dan kami pun sadar akan hal itu. Namun jangan posisikan suara kami sebagai suara Tuhan yang bisa mengubah segalanya sekehendaknya. Masih ada 11 pemain di dalam lapangan yang berjuang, yangsuaranya bisa kau dengar dengan baik untuk berkoordinasi. Karena sejatinya suara kami bisa tetiba berubah hanya karena sikapmu yang membuat kami kagum atau membuat kami kesal dan membicarakan itu setiap hari di topik pembicaraan kami.
Sadarkan betul dirimu Capt, bahwa suara kami bisa menjadi jahat suatu saat. Bayangkan, apabila kemarin Ilham Udin tidak berhasil menyelamatkanmu dengan gol pinalti di Final? Apa yang kami ingat? Yang kami ingat adalah engkau telah gagal mengeksekusi pinalti saat itu, padahal 4 hari sebelumnya kami baru saja memuja hattrick mu.
Sadarkan betul dirimu capt, Bahwa pujian dari kami itu bukan apa-apa.
Karena apa? Karena kami hanya menilai semuanya dari hasil, tidak dengan proses dan tidak pernah memperdulikan bagaimana engkau mencabut kantuk dari pelupuk mata untuk berlari lebih pagi karena kerja keras engkau untuk berlatih dan bisa memenangkan pertandingan.
Urusan ini capt, biarkan kami belajar dari hari ke hari untuk terus dewasa.
See? Mulai sadar? Suara kami ini mematikan. Maka apa? Jangan hiraukan kami capt.
Pujian yang kami sangjungkan kepadamu, bisa jadi sesaat dan itu memang memabukkan. Begitupun cacian kami yang bisa sesaat hilang setelah engkau kembali berprestasi.
Anggaplah pujian dari kami sebagai salah satu metode latihan. Metode latihan yang apabila sering engkau lakukan maka skill mu menanjak dari hari ke hari agar kakimu berlari semakin kencang. Anggap saja sebatas itu, jangan lebih. Karena dengan memperlakukan kami spesial, kamu akan mudah terbang, tapi juga mudah terjatuh.
Tapi jauh dari kicauan baik atau buruk yang nanti akan kau dengar, ada suara di dalam hati yang tidak akan pernah berubah,
Kami percaya kepadamu, melintasi batas kemenangan dankekalahan, karenayang masih hidup lebih besar daripada itu, yaitu harapan.
***

"Pinter-pinter jaga diri, mawas diri. Karena kita ketemu banyak orang berbeda. Ada yang baik dan ada yang jahat. Ya jaga diri sendiri aja," kata Evan melalui Liputan6.com.
Pesan ini berbalik kepadamu Capt, Jaga diri Baik-baik :)
@imamchroz/imam Choirul Roziqin
Owner@topscoreoutlet
Description :
0 comments "Kita Belum Apa-apa Dimas Oleh @imamchroz"