Find Other Article...
Kepada anda, Tuan SepakBola. Dari saya, hamba sahaya Oleh @imamchroz

Kepada anda, Tuan SepakBola. Dari saya, hamba sahaya Oleh @imamchroz

Posted by: Sekilas Info Updated at : Rabu, Januari 29, 2014
Kepada Tuan sepakbola di tempat. (Perkenalkan nama saya Hamba Sahaya. Hamba menuliskan surat ini dengan keberanian yang tinggi. Namun pada s...
Kepada Tuan sepakbola

di tempat.

(Perkenalkan nama saya Hamba Sahaya. Hamba menuliskan surat ini dengan keberanian yang tinggi. Namun pada saat itu hamba juga sedang mengalami kebingungan yang sama tingginya)

Tuan, hamba tidak mengerti mana itu paragraf dan bagaimana tata cara menulis dengan benar. Namun semoga tuan tidak memperhatikan itu pada tulisan ini. Karena ada yang jauh lebih mendalam dari sekedar urutan tanda atau susunan kata.

***

Tuan, hamba rindu dengan tuan.

Sudah jarang sekali rupanya hamba menemui tuan. Entah karena tuan yang sibuk atau karena tuan memang sudah menghilang sekarang. Tapi biarlah, bagaimanapun keadaan tuan, hamba tetap mencintai tuan sebagaimana hamba mencintai diri hamba. Tuan, kalau hamba boleh bercerita, hamba sebenarnya rindu dengan tuan karena kesederhanaan tuan yang bisa menemani hamba dan teman-teman bermain sewaktu sore seperti dulu sewaktu pulang sekolah. Gerak tuan yang lincah kesana kemari, memberikan semangat kepada hamba untuk mengejar kemanapun tuan bergerak. Karena dengan dekat dengan tuan, hamba bisa merasakan bagaimana nikmatnya kemenangan.

Kira-kira itu terjadi beberapa tahun yang lalu, saat senyum tuan masih melingkar meskipun di sekujur badan tuan terdapat debu-debu yang bertabur.

***

Tuan tau rasanya ketika hamba berhasil mendekatkan diri kepada tuan, sambil bermanuver ala televisi? Rasanya sangat gembira tuan. Sangat gembira karena hamba merasa memiliki teman yang ingin membantu hamba meraih kemenangan. Hamba tidak perduli dengan kaca tetangga yang sering kita pecahkan. Juga tidak perduli dengan seberapa lelah mamak hamba mencuci noda baju sehabis kita bermain bersama. Juga tidak perduli kalau demam akan datang setelah kita hujan-hujanan. Itu semua tidak hamba hiraukan jika tuan masih mau menemani hamba bermain.

Hamba rindu dengan tuan yang baik dan setia menemani hamba meraih kemenangan. Bukan tuan yang sekarang dan sombong karena sudah diperebutkan oleh kilauan cahaya yang bertabur. Apalagi cahaya tadi diisi oleh orang-orang yang culas dan gagal memaknai betapa indahnya senyum melingkar milik tuan.

 

Baiklah tuan, jikalau tuan memang tidak lagi berkenan bermain dengan hamba lagi sekarang, maka izinkan hamba menitipkan pesan kepada teman dekat ataupun pemilik tuan sekarang. Sampaikan pesan kepada mereka, bahwa bermain dengan tuan bukan untuk dinikmati dengan kekerasan, juga bukan dengan panggung kemegahan yang di dalamnya tersirat maksud busuk. Tuan pasti tau seberapa terkenalnya diri tuan sekarang. Tapi apa tuan tau bahwa lingkaran senyum tuan telah dirusak dengan senyuman picik dari sang pemilik perut buncit dan kumis lebat.

Mereka adalah orang-orang munafik yang mau memanfaatkan tuan sebagai senjatanya. Memanfaatkan tuan sebagai manuver keuangannya. Ia ingin hidup di bawah bantuan anda tuan.

***

Tapi saya percaya Tuan sangat baik, seperti yang hamba kenal dahulu. Kalau tuan masih baik, biarlah mereka akan jatuh dalam sengsaranya. Biarlah mereka yang memanfaatkan tuan akan terungkap isi perut buncitnya. Sementara itu, tuan tetap melayani para pemain yang ingin merayakan kemenangan bersama tuan. Tularkan senyuman indah tuan kepada sebanyak mungkin orang. Biarkan mereka yang biru, orange, hijau, merah, sama-sama tersenyum karena sempat merasakan indahnya merasakan kemenangan bersama tuan.

Karena dilihat dari sisi manapun, tuan tidak memiliki sudut. Maka apa yang kami lihat, harus sama seperti apa yang orang lain lihat, yaitu kegembiraan.

jangan biarkan kemunafikan merenggut kebahagiaan tuan dan teman-teman tuan.

Hamba merindukan tuan, tuan yang menularkan kebahagiaan.

ttd, Hamba sahaya

***

@imamchroz

owner @topscoreoutlet
Aplikasi BaBe

0 comments "Kepada anda, Tuan SepakBola. Dari saya, hamba sahaya Oleh @imamchroz"

Tweet

Ads

Aplikasi BaBe