Posted by:
Sekilas Info
Updated at :
Senin, September 26, 2011
Tags:
hasil pertandingan
Delta Putra Sidoarjo (Deltras) memetik pelajaran penting saat berlaga dalam turnamen Babel Cup kemarin sore (24/9). Kekalahan telak 0-2 (0-1...
Delta Putra Sidoarjo (Deltras) memetik pelajaran penting saat berlaga dalam turnamen Babel Cup kemarin sore (24/9). Kekalahan telak 0-2 (0-1) dari tuan rumah Bintang Babel FC adalah bukti bahwa The Lobster belum begitu siap untuk mengikuti kompetisi resmi PSSI.
’’Sebenarnya anak-anak bermain bagus dan maksimal. Tapi, hasil sebuah pertandingan selalu seperti itu, ada yang menang dan ada yang harus menerima kekalahan. Terlepas dari itu, kami sudah mengantongi beberapa kelemahan yang harus segera diper baiki,’’ ujar Manajer Deltras Yudha Pratama kemarin.
Dalam pertandingan pramusim di Stadion Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka, itu para pemain harus keluar lapangan dengan kepala tertunduk setelah tak mampu mengejar keterting galan. Gol Bintang Babel diciptakan Titus Johnson pada menit ke- 42 serta Nikolas George M. Devies pada menir ke-78.
Sebenarnya, dengan pola permainan terbuka, anak asuh Jorg Peter Steinebrunner itu mampu meneror gawang lawan lewat striker seleksi Franco Hita asal Argentina. Hanya, tim asal Sidoarjo tersebut belum beruntung. Padahal, Steinebrunner telah melakukan bongkar pasang untuk memaksi malkan daya serang dengan menarik ke luar Amirudin yang digantikan In dra Setiawan. Tetapi, lagi-lagi Deltras ti dak mampu mengejar ketertinggalan.
’’Banyak pelajaran yang kami dapat dari pertandingan ini. Terutama barisan depan dan pertahanan yang harus dimak simalkan kembali. Tim ini butuh striker yang tajam dan seorang defender yang kuat,’’ ujar Yudha.
Sore nanti Deltras berhadapan dengan Sriwijaya FC. Yudha ber harap, mereka bisa mencuri poin da lam pertandingan kedua itu. Pelatih Deltras Jorg Peter Steinebrunner mengatakan, dirinya akan memperkecil jarak pemain antarlini saat melawan juara Piala Indonesia tiga kali (2007, 2009, 2010) itu.
Dia berharap perubahan ini akan membuat permainan satu sentuhan bisa berjalan maksimal. ’’Jadi, tidak ada pilihan lain, selain harus memperkecil gap antar pemain. Karena hanya dengan itu pola satu sentuhan dengan teknik cepat bisa berjalan maksimal. Saya yakin, meski pelan, para pemain mampu mengaplikasikan strategi ini dengan baik,’’ ujar pria yang pernah mengarsiteki Medan Chief itu.
Untuk kekuatan lawan, Jorg mengatakan bahwa pergerakan Firman Utina di barisan tengah Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC perlu mendapat pengawalan khusus. Pertimbangannya, pemain yang juga gelandang timnas Indonesia itu adalah kreator serangan Sriwijaya. ’’Kami punya pemain yang bisa meredam pergerakan dia (Firman Utina, Red). Tapi, saya berharap lini yang lain juga bisa bekerja maksimal,’’ timpal pelatih asal Jerman ini. (dik/c13/ko/jawapos)
[ad#twitter]
’’Sebenarnya anak-anak bermain bagus dan maksimal. Tapi, hasil sebuah pertandingan selalu seperti itu, ada yang menang dan ada yang harus menerima kekalahan. Terlepas dari itu, kami sudah mengantongi beberapa kelemahan yang harus segera diper baiki,’’ ujar Manajer Deltras Yudha Pratama kemarin.
Dalam pertandingan pramusim di Stadion Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka, itu para pemain harus keluar lapangan dengan kepala tertunduk setelah tak mampu mengejar keterting galan. Gol Bintang Babel diciptakan Titus Johnson pada menit ke- 42 serta Nikolas George M. Devies pada menir ke-78.
Sebenarnya, dengan pola permainan terbuka, anak asuh Jorg Peter Steinebrunner itu mampu meneror gawang lawan lewat striker seleksi Franco Hita asal Argentina. Hanya, tim asal Sidoarjo tersebut belum beruntung. Padahal, Steinebrunner telah melakukan bongkar pasang untuk memaksi malkan daya serang dengan menarik ke luar Amirudin yang digantikan In dra Setiawan. Tetapi, lagi-lagi Deltras ti dak mampu mengejar ketertinggalan.
’’Banyak pelajaran yang kami dapat dari pertandingan ini. Terutama barisan depan dan pertahanan yang harus dimak simalkan kembali. Tim ini butuh striker yang tajam dan seorang defender yang kuat,’’ ujar Yudha.
Sore nanti Deltras berhadapan dengan Sriwijaya FC. Yudha ber harap, mereka bisa mencuri poin da lam pertandingan kedua itu. Pelatih Deltras Jorg Peter Steinebrunner mengatakan, dirinya akan memperkecil jarak pemain antarlini saat melawan juara Piala Indonesia tiga kali (2007, 2009, 2010) itu.
Dia berharap perubahan ini akan membuat permainan satu sentuhan bisa berjalan maksimal. ’’Jadi, tidak ada pilihan lain, selain harus memperkecil gap antar pemain. Karena hanya dengan itu pola satu sentuhan dengan teknik cepat bisa berjalan maksimal. Saya yakin, meski pelan, para pemain mampu mengaplikasikan strategi ini dengan baik,’’ ujar pria yang pernah mengarsiteki Medan Chief itu.
Untuk kekuatan lawan, Jorg mengatakan bahwa pergerakan Firman Utina di barisan tengah Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC perlu mendapat pengawalan khusus. Pertimbangannya, pemain yang juga gelandang timnas Indonesia itu adalah kreator serangan Sriwijaya. ’’Kami punya pemain yang bisa meredam pergerakan dia (Firman Utina, Red). Tapi, saya berharap lini yang lain juga bisa bekerja maksimal,’’ timpal pelatih asal Jerman ini. (dik/c13/ko/jawapos)
[ad#twitter]
Title : The Lobster Cari Striker Baru
Description :
Description :
0 comments "The Lobster Cari Striker Baru"