Find Other Article...
Polemik itu Bernama “Profesional”

Polemik itu Bernama “Profesional”

Posted by: Sekilas Info Updated at : Selasa, Agustus 30, 2011
Belakangan ini kata “Profesional” yang sebenarnya bermakna positif, tiba-tiba saja menjadi polemik di kalangan pecinta sepakbola Indonesia m...
Belakangan ini kata “Profesional” yang sebenarnya bermakna positif, tiba-tiba saja menjadi polemik di kalangan pecinta sepakbola Indonesia menyikapi kebijakan-kebijakan baru organisasi sepakbola di negeri ini yang bernama Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pimpinan Bapak Prof. Dr. Ir. Djohar Arifin Husin yang baru saja terpilih menjadi ketua umum PSSI yang baru untuk periode jabatan 2011-2015 dalam kongres luar biasa PSSI di kota Solo pada 9 Juli 2011 yang lalu, sebenarnya polemik ini bermula dari dibentuknya “Liga Tandingan” bernama Liga Primer Indonesia (LPI) bentukan Bapak Arifin Panigoro (AP), pria kelahiran Bandung yang juga merupakan seorang pengusaha yang dikenal sebagai salah seorang pendiri dan pemilik Medco Group yang menetap di Jakarta, yang awalnya sebagai bentuk upaya mengambil inisiatif untuk meningkatkan standar sepakbola nasional, baik secara organisasi maupun keuangan yang mandiri (non APBD) dalam lingkup sepakbola profesional sebagai tandingan liga resmi yang digelar oleh PSSI pimpinan Bapak Nurdin Halid (NH) pada waktu itu.



Polemik ini sendiri terus meluncur deras dari kalangan pecinta sepakbola nasional dan juga para supporter klub, pro dan kontra masih saja terus terjadi seiring dengan kebijakan-kebijakan baru PSSI pimpinan Bapak Djohar Arifin yang dianggap oleh banyak kalangan terlalu banyak mengakomodir segala hal yang berkaitan dengan Liga Primer Indonesia (LPI) khususnya yang berkaitan dengan  sumber daya personil dan klub yang bernaung di LPI, saya sendiri merasa bukan kapasitas saya untuk menghakimi mana yang benar dan salah, karena polemik ini melibatkan orang-orang yang lebih expert dibidangnya dan masih akan menjadi bola salju nantinya dan bukan tidak mungkin akan menjadi kontra produktif jika polemik ini terus saja terjadi tanpa didasari oleh kepentingan sepakbola nasional untuk mengembangkan dan memajukan sepakbola nasional ke arah yang lebih baik lagi yang pastinya merupakan harapan bersama bagi para pecinta sepakbola nasional.

Ijinkan saya untuk sekedar mengungkapkan pemikiran pribadi dalam hal ini tanpa bermaksud memperkeruh polemik yang telah ada atau menyerang kelompok manapun,  pengertian profesional sendiri adalah orang yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi, jadi jika diaplikasikan ke ranah sepakbola, ya pengertian sederhananya akan menjadi sepakbola yang diisi oleh orang-orang yang ahli & berketerampilan tinggi pula dalam bidangnya, baik itu para pemain, pelatih, staff, manajemen, pengurus klub, organisasi sepakbola setempat hingga supporter ! organisasi sepakbola dalam hal ini PSSI tentunya juga harus diisi oleh orang-orang yang ahli dalam bidangnya (sepakbola) secara obyektif tanpa kepentingan apapun demi kemajuan sepakbola nasional dan bukan demi kepentingan kelompok tertentu. khusus profesional pada tatanan supporter, ini menarik, karena ini tentunya menyangkut attitude atau sikap dan perilaku supporter dalam memberikan dukungan kepada klub kesayangannya, bukan profesional dalam artian profesi sebagai seorang supporter sepakbola..  Nah, berangkat dari pengertian sederhana ini tentunya sudah terbayangkan aktualisasi di lapangan nantinya yang pada akhirnya akan sangat dibutuhkan sinergi dari partisipasi semua pihak yang terlibat untuk mewujudkan impian sepakbola nasional yang profesional.

Saya pribadi setuju dan tidak alergi dengan penyematan kata “Profesional” dalam sepakbola nasional nantinya sepanjang hal itu diterapkan konsisten dengan artian profesional yang sesungguhnya untuk memajukan sepakbola nasional tanpa adanya intrik-intrik kepentingan kelompok tertentu dari bapak-bapak terhormat yang duduk di kepengurusan PSSI saat ini dengan berlindung atas dasar “Profesional”, sejujurnya siapa sih yang tidak ingin klub kesayangannya berlimpah dana baik dari hasil bisnis klub maupun dari sponsorship yang membeli pemain-pemain berkualitas dan juga ditopang dengan pembinaan pemain-pemain mudanya ditambah dengan fasilitas stadion milik klub yang mentereng nan megah sebagai sebuah klub berlabel “The Dream Team” ??

Mari kita introspeksi diri masing-masing, termasuk saya tentunya..

Di tulis oleh @orenbarat di ambil dari http://orenbarat.wordpress.com/2011/08/30/polemik-itu-bernama-profesional/

[ad#twitter]
Aplikasi BaBe

0 comments "Polemik itu Bernama “Profesional”"

Tweet

Ads

Aplikasi BaBe