Posted by:
Sekilas Info
Updated at :
Senin, November 29, 2010
Tags:
hasil pertandingan
Kekalahan Chelsea dari tuan rumah dari Birmingham melalui gol semata wayang Lee Bowyer akhir pekan ini menambah torehan buruk mereka di Prem...
Kekalahan Chelsea dari tuan rumah dari Birmingham melalui gol semata wayang Lee Bowyer akhir pekan ini menambah torehan buruk mereka di Premier League setelah sebelumnya dikandaskan Sunderland 3 – 0 di kandang sendiri. Kekalahan dari Sunderland adalah yang terburuk delapan tahun terakhir dan gagalnya meraih angka di St. Andrews membuat mereka di tekan rival utama, Manchester United. Ada apa dengan Chelsea ?
Satu yang pasti, mereka tampak sekali kehilangan pemimpin tim sekaligus jendral lini belakang, John Terry. Meski masih memiliki sederet nama beken di barisan pertahanan, Chelsea tanpa Terry bagai ksatria yang menanggalkan perisai pelindungnya. Pertahanan tampak rapuh dan sering terjadi kesalahpahaman diantara personel lini belakang, seperti ketika Welbeck dengan mudah mencetak gol ketiga Sunderland akibat dari mis komunikasi antara Ashley Cole, Ivanovic, dan Petr Cech.
John Terry tak bisa memperkuat The Blues karena sedang menjalani perawatan atas cedera. Cedera kaki yang dialaminya sejak akhir musim lalu tersebut terus menerus kambuh dan membuatnya sulit untuk kembali fit 100%. Cedera yang dialami Terry ini nampaknya serius. Bahkan dirinya sampai berujar “Rasa Sakit dari cedera ini adalah yang terburuk yang pernah saya rasakan. Tidak mungkin saya bisa terus bermain. Saya akan genap 30 tahun bulan depan dan saya harus mulai berpikir tentang diri saya.” Ada nada pesimis akan kesembuhan cedera dan kembali merumput seperti sediakala. Dengan kompetisi Liga Inggris yang semakin ketat dan keras seperti saat ini, dibutuhkan kebugaran fisik total agar tetap mampu bermain dalam level tinggi. Sayangnya Terry tak yakin dia akan kembali bugar, seperti yang dia katakan kepada Daily Mail, Kamis lalu “(Kapan) Terakhir kali saya main dalam kondisi bugar ? Mungkin lima tahun atau bahkan lebih, saya tidak ingat lagi.”
Kegagahan Terry dengan ban kapten melingkar di lengan kirinya tak nampak lagi. Dia mulai berpikir tentang masa depannya. Mulai melihat kemungkinan di masa depan untuk kehidupannya kelak. Bahkan bukan tidak mungkin dirinya akan mengambil keputusan untuk pensiun dini. Kemungkinan pilihan yang mungkin diambilnya tersebut cukup mengejutkan. Karena pernah di suatu waktu Terry berujar untuk siap hidup di atas kursi roda namun bergelimang dengan medali juara. Tapi, kini dirinya mulai berubah pikiran, mulai lebih realistis dalam menentukan karirnya di lapangan hijau.
Akan menjadi kehilangan besar bagi Chelsea jika benar Terry memutuskan pensiun lebih cepat ataupun cederanya tak kunjung pulih. Carlo Ancelotti sadar betul betapa pentingnya peran Terry bagi pertahanan timnya. Seluruh fans Chelsea tentu berharap sang kapten sekaligus ikon klub kembali merumput untuk melindungi gawang Chelsea dan mencetak gol dengan kepalanya.
Beberapa waktu lalu saya menulis tentang pensiun dini dengan judul “Ruben de La Red, Owen Hargreaves, dan Pensiun Dini” tak beda jauh untuk menggambarkan kondisi Terry saat ini. Melihat rekam jejak Terry, pria dengan jiwa besar, besar kemungkinan dia tetap memiliki beberapa musim di Liga Premier. Bagaimanapun, keputusan sepenuhnya ada di tangan Terry. Pensiun sekarang, lima atau sepuluh tahun lagi, John Terry tetap akan dicatat namanya di museum Chelsea sebagai salah seorang pemain terbesar sepanjang sejarah klub asal London tersebut.
Satu yang pasti, mereka tampak sekali kehilangan pemimpin tim sekaligus jendral lini belakang, John Terry. Meski masih memiliki sederet nama beken di barisan pertahanan, Chelsea tanpa Terry bagai ksatria yang menanggalkan perisai pelindungnya. Pertahanan tampak rapuh dan sering terjadi kesalahpahaman diantara personel lini belakang, seperti ketika Welbeck dengan mudah mencetak gol ketiga Sunderland akibat dari mis komunikasi antara Ashley Cole, Ivanovic, dan Petr Cech.
John Terry tak bisa memperkuat The Blues karena sedang menjalani perawatan atas cedera. Cedera kaki yang dialaminya sejak akhir musim lalu tersebut terus menerus kambuh dan membuatnya sulit untuk kembali fit 100%. Cedera yang dialami Terry ini nampaknya serius. Bahkan dirinya sampai berujar “Rasa Sakit dari cedera ini adalah yang terburuk yang pernah saya rasakan. Tidak mungkin saya bisa terus bermain. Saya akan genap 30 tahun bulan depan dan saya harus mulai berpikir tentang diri saya.” Ada nada pesimis akan kesembuhan cedera dan kembali merumput seperti sediakala. Dengan kompetisi Liga Inggris yang semakin ketat dan keras seperti saat ini, dibutuhkan kebugaran fisik total agar tetap mampu bermain dalam level tinggi. Sayangnya Terry tak yakin dia akan kembali bugar, seperti yang dia katakan kepada Daily Mail, Kamis lalu “(Kapan) Terakhir kali saya main dalam kondisi bugar ? Mungkin lima tahun atau bahkan lebih, saya tidak ingat lagi.”
Kegagahan Terry dengan ban kapten melingkar di lengan kirinya tak nampak lagi. Dia mulai berpikir tentang masa depannya. Mulai melihat kemungkinan di masa depan untuk kehidupannya kelak. Bahkan bukan tidak mungkin dirinya akan mengambil keputusan untuk pensiun dini. Kemungkinan pilihan yang mungkin diambilnya tersebut cukup mengejutkan. Karena pernah di suatu waktu Terry berujar untuk siap hidup di atas kursi roda namun bergelimang dengan medali juara. Tapi, kini dirinya mulai berubah pikiran, mulai lebih realistis dalam menentukan karirnya di lapangan hijau.
Akan menjadi kehilangan besar bagi Chelsea jika benar Terry memutuskan pensiun lebih cepat ataupun cederanya tak kunjung pulih. Carlo Ancelotti sadar betul betapa pentingnya peran Terry bagi pertahanan timnya. Seluruh fans Chelsea tentu berharap sang kapten sekaligus ikon klub kembali merumput untuk melindungi gawang Chelsea dan mencetak gol dengan kepalanya.
Beberapa waktu lalu saya menulis tentang pensiun dini dengan judul “Ruben de La Red, Owen Hargreaves, dan Pensiun Dini” tak beda jauh untuk menggambarkan kondisi Terry saat ini. Melihat rekam jejak Terry, pria dengan jiwa besar, besar kemungkinan dia tetap memiliki beberapa musim di Liga Premier. Bagaimanapun, keputusan sepenuhnya ada di tangan Terry. Pensiun sekarang, lima atau sepuluh tahun lagi, John Terry tetap akan dicatat namanya di museum Chelsea sebagai salah seorang pemain terbesar sepanjang sejarah klub asal London tersebut.
Title : Ketika Terry (Hampir) Menyerah
Description :
Description :
1 comments "Ketika Terry (Hampir) Menyerah"
[...] This post was mentioned on Twitter by Arief Kurnia Aryanto, suporter indonesia. suporter indonesia said: Ketika Terry (Hampir) Menyerah http://goo.gl/fb/VwDTZ [...]
Balas