Posted by:
Sekilas Info
Updated at :
Minggu, September 12, 2010
Tags:
hasil pertandingan
SUKSES Arema Indonesia dalam Liga Super Indonesia (ISL) tak dibiarkan berlalu. Paling tidak mahasiswa broadcasting ilmu komunikasi Universi...
SUKSES Arema Indonesia dalam Liga Super Indonesia (ISL) tak dibiarkan berlalu. Paling tidak mahasiswa broadcasting ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), memberikan kado istimewa. Prestasi yang pantas didokumentasikan itu diwujudkan dalam film dokumenter berjudul Arema 'Agama Kedua'. Film karya mahasiswa UMY ini rencananya dirilis pasca Idul Fitri di Kota Malang.
Film besutan sutradara mahasiswa UMY, Rio Armando, menampilkan berbagai sisi menarik dari kesetiaan Aremania, suporter setia Arema, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kelompok suporter yang atraktif. "Film ini menggunakan empat nara sumber utama yaitu Lucky Acub Zainal, Ade d'Kross, Ovan Tobing dan Fery Agusta untuk menarasikan sejarah berdirinya Arema, perkembangan Arema, awal berdirinya Aremania sampai relasi Aremania dengan Bonek, suporter Persebaya, yang selama ini dianggap sebagai musuh bebuyutan mereka," jelas Rio.
Selain ingin mengenalkan berbagai sisi menarik Aremania, film tersebut ingin mengungkapkan sisi lain dari Arema itu sendiri. Apalagi menurut data Asian Football Confederation (AFC) pada musim pertandingan 2009/2010 disaksikan oleh suporter dalam jumlah paling banyak yaitu 30 ribu.
Line producer film Arema 'Agama Kedua', Fajar Junaedi M.Si menyatakan, Arema berbeda dengan klub sepakbola lain yang ada di Indonesia. Perbedaannya terletak pada manajemennya. Ketika klub sepakbola lain masih berpegang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Arema mampu bertahan dengan mandiri. "Ini berbeda dengan mayoritas klub di Indonesia yang masih menyusu uang rakyat melalui pos APBD, sebagaimana yang terjadi nyaris semua klub sepak bola di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Diharapkan dengan film ini, para stakeholders sepak bola di Indonesia, mulai dari manajemen klub sampai dengan suporter menjadi sadar bahwa tanpa menggunakan dana APBD, sebuah klub sepak bola dapat meraih prestasi maksimal," imbuhnya.Fajar pun berharap seluruh klub sepakbola di Indonesia setelah melihat film dokumenter ini nantinya tidak hanya akan berharap pada dan APBD lagi dan mampu bertahan secara mandiri. Karena saat ini kecenderungan dana yang disalurkan kepada klub sepakbola dianggap membebani APBD. "Padahal di luar negeri klub-klub sepakbola mampu bertahan secara mandiri bahkan dapat mendatangkan keuntungan bagi pemilik klub tersebut," tambah dosen broadcasting ilmu komunikasi UMY ini.Terkait pemilihan judul film yaitu Arema 'Agama Kedua', Junaedi menuturkan proses pembuatan film tersebut melalui proses riset atau penelitian. Pada saat riset dan pengambilan gambar, kami melihat ketika atribut boneka singa dilemparkan oleh pemain Persema saat akan melakukan tendangan pojok Aremania langsung marah dan melakukan pelemparan terhadap pemain Persema.Cuplikan Film bisa dilihat di
Youtube: http://www.facebook.com/group.php?gid=133344860042723
Film besutan sutradara mahasiswa UMY, Rio Armando, menampilkan berbagai sisi menarik dari kesetiaan Aremania, suporter setia Arema, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kelompok suporter yang atraktif. "Film ini menggunakan empat nara sumber utama yaitu Lucky Acub Zainal, Ade d'Kross, Ovan Tobing dan Fery Agusta untuk menarasikan sejarah berdirinya Arema, perkembangan Arema, awal berdirinya Aremania sampai relasi Aremania dengan Bonek, suporter Persebaya, yang selama ini dianggap sebagai musuh bebuyutan mereka," jelas Rio.
Selain ingin mengenalkan berbagai sisi menarik Aremania, film tersebut ingin mengungkapkan sisi lain dari Arema itu sendiri. Apalagi menurut data Asian Football Confederation (AFC) pada musim pertandingan 2009/2010 disaksikan oleh suporter dalam jumlah paling banyak yaitu 30 ribu.
Line producer film Arema 'Agama Kedua', Fajar Junaedi M.Si menyatakan, Arema berbeda dengan klub sepakbola lain yang ada di Indonesia. Perbedaannya terletak pada manajemennya. Ketika klub sepakbola lain masih berpegang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Arema mampu bertahan dengan mandiri. "Ini berbeda dengan mayoritas klub di Indonesia yang masih menyusu uang rakyat melalui pos APBD, sebagaimana yang terjadi nyaris semua klub sepak bola di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Diharapkan dengan film ini, para stakeholders sepak bola di Indonesia, mulai dari manajemen klub sampai dengan suporter menjadi sadar bahwa tanpa menggunakan dana APBD, sebuah klub sepak bola dapat meraih prestasi maksimal," imbuhnya.Fajar pun berharap seluruh klub sepakbola di Indonesia setelah melihat film dokumenter ini nantinya tidak hanya akan berharap pada dan APBD lagi dan mampu bertahan secara mandiri. Karena saat ini kecenderungan dana yang disalurkan kepada klub sepakbola dianggap membebani APBD. "Padahal di luar negeri klub-klub sepakbola mampu bertahan secara mandiri bahkan dapat mendatangkan keuntungan bagi pemilik klub tersebut," tambah dosen broadcasting ilmu komunikasi UMY ini.Terkait pemilihan judul film yaitu Arema 'Agama Kedua', Junaedi menuturkan proses pembuatan film tersebut melalui proses riset atau penelitian. Pada saat riset dan pengambilan gambar, kami melihat ketika atribut boneka singa dilemparkan oleh pemain Persema saat akan melakukan tendangan pojok Aremania langsung marah dan melakukan pelemparan terhadap pemain Persema.Cuplikan Film bisa dilihat di
Youtube: http://www.facebook.com/group.php?gid=133344860042723
Title : Rilis Film "Arema Agama Kedua"
Description :
Description :
3 comments "Rilis Film "Arema Agama Kedua""
arema the champion
Balasqajsqqiuu http://www.free-mass-traffic.net/free-mass-traffic/free-mass-traffic-review Free Mass Traffic
BalasExciting facts in this post. It´s astounding are you wanting great models of laptops beware of in the web. Hope the particular builders can increase every single time the particular technical specifications to generate these folks faster.
Balas