Posted by:
Sekilas Info
Updated at :
Minggu, April 27, 2014
Tags:
sepakbola dalam negeri
Kompetisi Divisi Utama musim ini, tampaknya bakal menjadi musim terburuk buat Persitara. Ya, tim berjuluk Laskar si Pitung belum pernah memb...
Kompetisi Divisi Utama musim ini, tampaknya bakal menjadi musim terburuk buat Persitara. Ya, tim berjuluk Laskar si Pitung belum pernah membukukan kemenangan dan mengalami tiga kekalahan beruntun. Ya, setelah ditahan imbang 1-1 Persikad Depok di laga perdana, lalu Laskar si Pitung takluk dari Persikabo Bogor dan PS Bangka masing-masing dengan skor 1-3.
Di laga keempat Grup 2 kemarin, Laskar si Pitung kembali tak berdaya menghadapi Persih Tembilahan. Pada bentrok yang dihelat di Stadion Bringin tersebut, tim kebanggaan NJ Mania dipaksa menyerah dengan dua gol tanpa balas. Dua gol tuan rumah dicetak Mamadou Lamarana Diallo pada menit 39 (penalti), dan Andesta di menit 77.
Kekalahan Persitara itu sudah diprediksi sebelumnya. Menurut asisten pelatih Wawan Hermawan, faktor stamina yang membuat Sutriyono dkk tak berdaya menghadapi Persih. “Terutama di babak kedua, staminan pemain benar-benar habis,” tutur Wawan pelatih kepala sementara Persitara.
Sebelumnya, Wawan sudah mengatakan, kalau pasukannya terancam kelalahan setelah menempuh perjalanan lumayan panjang. “Kami tiba di Pekanbaru pukul 05.00 WIB. Kemudian kami harus melanjutkan perjalanan (ke Tembilahan) via darat kurang lebih 9 Jam. Bisa dibayangkan betapa lelahnya kami diperjalanan,” tutur Wawan.
Tak ayal, Sutriyono dkk praktis hanya mampu bermain 45 menit babak pertama. “Di babak kedua, kami bermain seperti layangan putus. Bahkan, ada peluang yang tinggal berhadapan dengan kiper tidak dapat dikonversi jadi gol,” tandas Wawan. Ya, meski kalah bukan berarti Persitara tidak memiliki peluang mencetak gol.
Strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik yang diracik Wawan sempat membuat tuan rumah frustasi. “Babak pertama sebenarnya kami dapat mengimbangi Persih. Gol pertama Persih, bukan dari hasil skema permainan, tapi lebih keberuntungan karena salah satu pemain kami handball di kotak penalti,” ujarnya.
Sementara Persitara juga berhasil menciptakan peluang gol melalui Edi Susanto. Tapi buruknya finishing touch para penyerang Laskar si Pitung membuat peluang yang didapat terbuang sia-sia. Nah, gol kedua Persih kata Wawan memang murni dari kerja sama pemain. Memang anak-anak Persih mampu mendominasi permainan karena skuad Persitara sudah tak memiliki tenaga.
“Ya, seharusnya Persih bisa mencetak gol lebih banyak di babak kedua. Karena kami sudah tidak mampu memberikan perlawanan,” ungkapnya. Intinya, lanjut Wawan, tim Persitara kurang latihan. Wawan mengakui jika persiapan Persitara pada kompetisi musim ini jauh dari kata maksimal. “Setelah ini kami evaluasi.
Dan, saya minta maaf kepada publik Persitara atas kekalahan ini. Kami janji akan bermain lebih baik lagi,” tukas Wawan. Dengan rentetan hasil buruk membuat Persitara terpuruk di dasar klasemen sementara Grup 2 bersama Persisko. Persitara berada diurutan kedua dari bawa dengan mengantongi satu poin. Sedangkan Persisko jadi juru kunci klasemen karena belum mengemas poin. (sis) Indopos
Di laga keempat Grup 2 kemarin, Laskar si Pitung kembali tak berdaya menghadapi Persih Tembilahan. Pada bentrok yang dihelat di Stadion Bringin tersebut, tim kebanggaan NJ Mania dipaksa menyerah dengan dua gol tanpa balas. Dua gol tuan rumah dicetak Mamadou Lamarana Diallo pada menit 39 (penalti), dan Andesta di menit 77.
Kekalahan Persitara itu sudah diprediksi sebelumnya. Menurut asisten pelatih Wawan Hermawan, faktor stamina yang membuat Sutriyono dkk tak berdaya menghadapi Persih. “Terutama di babak kedua, staminan pemain benar-benar habis,” tutur Wawan pelatih kepala sementara Persitara.
Sebelumnya, Wawan sudah mengatakan, kalau pasukannya terancam kelalahan setelah menempuh perjalanan lumayan panjang. “Kami tiba di Pekanbaru pukul 05.00 WIB. Kemudian kami harus melanjutkan perjalanan (ke Tembilahan) via darat kurang lebih 9 Jam. Bisa dibayangkan betapa lelahnya kami diperjalanan,” tutur Wawan.
Tak ayal, Sutriyono dkk praktis hanya mampu bermain 45 menit babak pertama. “Di babak kedua, kami bermain seperti layangan putus. Bahkan, ada peluang yang tinggal berhadapan dengan kiper tidak dapat dikonversi jadi gol,” tandas Wawan. Ya, meski kalah bukan berarti Persitara tidak memiliki peluang mencetak gol.
Strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik yang diracik Wawan sempat membuat tuan rumah frustasi. “Babak pertama sebenarnya kami dapat mengimbangi Persih. Gol pertama Persih, bukan dari hasil skema permainan, tapi lebih keberuntungan karena salah satu pemain kami handball di kotak penalti,” ujarnya.
Sementara Persitara juga berhasil menciptakan peluang gol melalui Edi Susanto. Tapi buruknya finishing touch para penyerang Laskar si Pitung membuat peluang yang didapat terbuang sia-sia. Nah, gol kedua Persih kata Wawan memang murni dari kerja sama pemain. Memang anak-anak Persih mampu mendominasi permainan karena skuad Persitara sudah tak memiliki tenaga.
“Ya, seharusnya Persih bisa mencetak gol lebih banyak di babak kedua. Karena kami sudah tidak mampu memberikan perlawanan,” ungkapnya. Intinya, lanjut Wawan, tim Persitara kurang latihan. Wawan mengakui jika persiapan Persitara pada kompetisi musim ini jauh dari kata maksimal. “Setelah ini kami evaluasi.
Dan, saya minta maaf kepada publik Persitara atas kekalahan ini. Kami janji akan bermain lebih baik lagi,” tukas Wawan. Dengan rentetan hasil buruk membuat Persitara terpuruk di dasar klasemen sementara Grup 2 bersama Persisko. Persitara berada diurutan kedua dari bawa dengan mengantongi satu poin. Sedangkan Persisko jadi juru kunci klasemen karena belum mengemas poin. (sis) Indopos
Title : Kalah lagi, si Pitung semakin terpuruk
Description :
Description :

0 comments "Kalah lagi, si Pitung semakin terpuruk"