Posted by:
Sekilas Info
Updated at :
Rabu, November 09, 2011
Tags:
sejarah andik vermansyah
Tubuhnya memang kecil mungil. Dengan tinggi hanya 162 sentimeter dan berat 50 kg, Andik Vermansyah merasakan bagaimana ketatnya bersaing di...
Tubuhnya memang kecil mungil. Dengan tinggi hanya 162 sentimeter dan berat 50 kg, Andik Vermansyah merasakan bagaimana ketatnya bersaing di kompetisi domestik. Bersama Persebaya Surabaya, pemain kelahiran 19 tahun silam ini merasakan pahit manisnya berkompetisi di Indonesia hingga akhirnya menjadi ikon di Surabaya. Kebahagiaan itu makin bertambah ketika dirinya berhasil mengantarkan Persebaya memenangkan pertandingan play-off ISL, hingga menjuarai kompetisi Liga Primer Indonesia beberapa bulan silam.
Lengkaplah sudah kebahagiaan Andik ketika dirinya mencetak salah satu gol kemenangan timnas saat menghadapi Kamboja, Senin (7/11) lalu. Bersama Titus Bonai, Patrick Wanggai, Gunawan Dwi Cahyo, dan Ramdani Lestaluhu, Andik mencetak gol indah ala pemain Eropa ke gawang Kamboja yang dijaga oleh Suu Yatti. Dengan skill yang dimilikinya menyebabkan dirinya banyak diperbincangkan di berbagai media. Mulai Facebook, Twitter, Kaskus hingga Whatsapp.
Skill Andik yang begitu mumpuni memang mengantarkannya masuk ke dalam Timnas U-23 asuhan pelatih Rahmad Darmawan. Mengawali karir yang cemerlang di Persebaya, pemain kelahiran 19 tahun silam ini menampilkan permainan yang ciamik saat timnas U-23 beruji coba dengan lawan-lawannya.
Puncaknya terjadi pada malam ini. Gol cantik Andik memanfaatkan umpan Okto dari sisi kanan pertahanan Kamboja menjadikannya "Trending Topic" di hampir semua jejaring sosial. Bahkan pencetak dua gol timnas, Patrich Wanggai-pun kalah tenar dengan seorang Andik Vermansyah.
Dikonfirmasi melalui BlackBerry Messenger oleh Kabar Bonek, Andik mengaku senang dengan hasil yang didapatkan Indonesia berupa kemenangan 6-0 malam ini. "Saya bersyukur mas. Ini saya persembahkan untuk Persebaya dan seluruh rakyat Surabaya," pungkasnya.
Andik Vermansyah sendiri memang asli binaan kompetisi internal Persebaya. Bersama Rendi Irawan, Taufiq, Sunaji, dan Aulia Ardly, Andik Vermansyah telah menjadi ikon keberhasilan kompetisi internal Persebaya yang sejak dulu memang dikenal sebagai 'gudang' pemain.
Karirnya diawali sebagai pemain Persebaya junior pada tahun 2004 hingga 2005, hingga akhirnya dirinya masuk dalam skuad PON di Kalimantan Timur pada tahun 2008. Sejak itulah karirnya mulai menanjak, apalagi ketika ditangani pelatih Aji Santoso, yang dianggap sebagai ayahnya sendiri. (vec) Mediasepakbola.com
[ad#twitter]
Lengkaplah sudah kebahagiaan Andik ketika dirinya mencetak salah satu gol kemenangan timnas saat menghadapi Kamboja, Senin (7/11) lalu. Bersama Titus Bonai, Patrick Wanggai, Gunawan Dwi Cahyo, dan Ramdani Lestaluhu, Andik mencetak gol indah ala pemain Eropa ke gawang Kamboja yang dijaga oleh Suu Yatti. Dengan skill yang dimilikinya menyebabkan dirinya banyak diperbincangkan di berbagai media. Mulai Facebook, Twitter, Kaskus hingga Whatsapp.
Skill Andik yang begitu mumpuni memang mengantarkannya masuk ke dalam Timnas U-23 asuhan pelatih Rahmad Darmawan. Mengawali karir yang cemerlang di Persebaya, pemain kelahiran 19 tahun silam ini menampilkan permainan yang ciamik saat timnas U-23 beruji coba dengan lawan-lawannya.
Puncaknya terjadi pada malam ini. Gol cantik Andik memanfaatkan umpan Okto dari sisi kanan pertahanan Kamboja menjadikannya "Trending Topic" di hampir semua jejaring sosial. Bahkan pencetak dua gol timnas, Patrich Wanggai-pun kalah tenar dengan seorang Andik Vermansyah.
Dikonfirmasi melalui BlackBerry Messenger oleh Kabar Bonek, Andik mengaku senang dengan hasil yang didapatkan Indonesia berupa kemenangan 6-0 malam ini. "Saya bersyukur mas. Ini saya persembahkan untuk Persebaya dan seluruh rakyat Surabaya," pungkasnya.
Andik Vermansyah sendiri memang asli binaan kompetisi internal Persebaya. Bersama Rendi Irawan, Taufiq, Sunaji, dan Aulia Ardly, Andik Vermansyah telah menjadi ikon keberhasilan kompetisi internal Persebaya yang sejak dulu memang dikenal sebagai 'gudang' pemain.
Karirnya diawali sebagai pemain Persebaya junior pada tahun 2004 hingga 2005, hingga akhirnya dirinya masuk dalam skuad PON di Kalimantan Timur pada tahun 2008. Sejak itulah karirnya mulai menanjak, apalagi ketika ditangani pelatih Aji Santoso, yang dianggap sebagai ayahnya sendiri. (vec) Mediasepakbola.com
[ad#twitter]
Title : Andik Vermansyah, Ikon Baru Timnas
Description :
Description :

0 comments "Andik Vermansyah, Ikon Baru Timnas"