Posted by:
Sekilas Info
Updated at :
Sabtu, Oktober 15, 2011
Tags:
hasil pertandingan
Melihat perkembangan situasi sepakbola Indonesia 3 tahun belakangan ini sungguh sangat membuat aku sering tersenyum sendiri. Senyum getir se...
Melihat perkembangan situasi sepakbola Indonesia 3 tahun belakangan ini sungguh sangat membuat aku sering tersenyum sendiri. Senyum getir setelah melihat kelakuan dua sahabat Nirwan Dermawan Bakrie (NDB) dan Arifin Panigoro (AP). Mereka bersahabat lama dan saling menolong dalam beberapa kesempatan baik di dalam dan di luar lingkup sepakbola.
Tragedi ini terjadi setelah PT Lapindo Brantas Inc yang dimiliki sahamnya 63.53% Grup Bakrie, dan 32% Grup Medco serta 18% Grup Santos memulai untuk mengebor kilang minyak di daerah Sidoarjo.
Saat kedua Konglomerat ini bersahabat, persepakbolaan Indonesia sebetulnya mengalami masa kejayaan dengan sistem pembinaan masa muda serta kualitas pemain senior yang semakin hebat. Lihat saja cara NDB mengelola liga senior hingga timnas melalui PSSI nya, dan AP mengelola liga muda melalui liga pendidikan,medco,campina, dll juga atas persetujuan PSSI di kala itu.
Pada 29 Mei 2006, terjadilah peristiwa Lumpur Lapindo (yang nantinya) juga merusak persahabatan diantara mereka. Peristiwa di sidoharjo itu memaksa kedua sahabat ini saling berkelahi dan imbasnya terjadi 3 belakangan ini sepakbola Indonesia jauh dari rasa kondusif dan ketenangan dalam berkompetisi. AP mulai membuat rancangan “breakaway league” yang mengikuti jejak NDB beberapa waktu lalu yang membuat galatama yang membuat NDB dan AP masuk PSSI dan memulai sebuah perencanaan sepakbola Indonesia. NDB mulai kuatir dengan langkah” yang diambil oleh AP dengan liga tandingan tersebut, hingga pada akhirnya AP berhasil mencongkel kekuatan NDB di PSSI.
Hingga detik ini pertarungan dua sahabat ini terus berlangsung, bahkan telah memasuki masa krisis. Karena perkelahian AP dan NDB membuat prestasi timnas dan pembinaan usia muda sepakbola Indonesia terganggu. Romantisme Lumpur Lapindo harus segera ada pihak yang memediasi agar persepakbolaan Indonesia tidak memasuki masa krisis.
Ibarat pertarungan dua Gajah, Para semutlah yang malah menjadi korban. Inilah potret sepakbola Indonesia, disaat dua orang kaya gila sepakbola dan ingin memajukan sepakbola Indonesia sedang bertengkar. Berdamailah kalian berdua, agar tercipta sistem yang kondusif lagi.
Untuk sepakbola Indonesia, apakah kalian menganut budaya "islah"
Di tulis oleh pemilik akun twitter @orenjmania
Tragedi ini terjadi setelah PT Lapindo Brantas Inc yang dimiliki sahamnya 63.53% Grup Bakrie, dan 32% Grup Medco serta 18% Grup Santos memulai untuk mengebor kilang minyak di daerah Sidoarjo.
Saat kedua Konglomerat ini bersahabat, persepakbolaan Indonesia sebetulnya mengalami masa kejayaan dengan sistem pembinaan masa muda serta kualitas pemain senior yang semakin hebat. Lihat saja cara NDB mengelola liga senior hingga timnas melalui PSSI nya, dan AP mengelola liga muda melalui liga pendidikan,medco,campina, dll juga atas persetujuan PSSI di kala itu.
Pada 29 Mei 2006, terjadilah peristiwa Lumpur Lapindo (yang nantinya) juga merusak persahabatan diantara mereka. Peristiwa di sidoharjo itu memaksa kedua sahabat ini saling berkelahi dan imbasnya terjadi 3 belakangan ini sepakbola Indonesia jauh dari rasa kondusif dan ketenangan dalam berkompetisi. AP mulai membuat rancangan “breakaway league” yang mengikuti jejak NDB beberapa waktu lalu yang membuat galatama yang membuat NDB dan AP masuk PSSI dan memulai sebuah perencanaan sepakbola Indonesia. NDB mulai kuatir dengan langkah” yang diambil oleh AP dengan liga tandingan tersebut, hingga pada akhirnya AP berhasil mencongkel kekuatan NDB di PSSI.
Hingga detik ini pertarungan dua sahabat ini terus berlangsung, bahkan telah memasuki masa krisis. Karena perkelahian AP dan NDB membuat prestasi timnas dan pembinaan usia muda sepakbola Indonesia terganggu. Romantisme Lumpur Lapindo harus segera ada pihak yang memediasi agar persepakbolaan Indonesia tidak memasuki masa krisis.
Ibarat pertarungan dua Gajah, Para semutlah yang malah menjadi korban. Inilah potret sepakbola Indonesia, disaat dua orang kaya gila sepakbola dan ingin memajukan sepakbola Indonesia sedang bertengkar. Berdamailah kalian berdua, agar tercipta sistem yang kondusif lagi.
Untuk sepakbola Indonesia, apakah kalian menganut budaya "islah"
Di tulis oleh pemilik akun twitter @orenjmania
[ad#twitter]
Title : Sepakbola dan Romantisme Lumpur Lapindo
Description :
Description :

0 comments "Sepakbola dan Romantisme Lumpur Lapindo"