Find Other Article...
Pemain Titipan

Pemain Titipan

Posted by: Sekilas Info Updated at : Sabtu, September 18, 2010
“Apakah benar kak Bambang Pamungkas masuk timnas karena titipan dari perusahaan alat olahraga ternama dari Amerika Serikat (AS) ?” Demikianl...
“Apakah benar kak Bambang Pamungkas masuk timnas karena titipan dari perusahaan alat olahraga ternama dari Amerika Serikat (AS) ?”

Demikianlah kurang lebih pertanyaan seorang follower Bambang Pamungkas di akun twitter miliknya (@bepe20) beberapa waktu yang lalu. Cukup menggelikan memang pertanyaan semacam ini, tapi sekaligus mengusik keingintahuan apakah benar memang demikian yang terjadi ataukah hanya tiupan angin lalu. Saya kembali teringat mengenai cerita-cerita yang pernah saya dengar dari kawan tentang isu pemain titipan di PSSI.

Sejak dulu, isu mengenai adanya pemain titipan tak pernah hilang dari dinamika PSSI, khususnya tim nasional baik di tingkat junior maupun senior. Saking ramainya perbincangan mengenai hal ini, film Garuda Di Dadaku yang bertema tentang sepakbola dalam salah satu adegannya menceritakan bagaimana seorang ayah yang memiliki pengaruh berusaha menitipkan anaknya agar masuk ke dalam skuad timnas junior. Persoalan “pemain titipan” ini sama akutnya dengan persoalan “suap menyuap” dalam persepakbolaan nasional. Pengurus PSSI tak pernah mengakui adanya praktek semacam ini, namun isu-isu tersebut selalu hangat diperbincangkan di kalangan penikmat sepakbola tanah air.
Lalu apakah benar Bambang Pamungkas yang menjadi satu dari sedikit pemain senior yang masih dipertahankan di tim nasional merupakan pemain titipan dari perusahaan ternama asal AS. Tak ada yang tahu pasti, namun saya ingin memberikan sedikit pandangan dan mencoba menjawab pertanyaan yang menggelitik benak saya dan mungkin banyak dari suporter tim nasional Garuda.

Sangat mudah untuk menebak perusahaan apparel yang dimaksud dari pertanyaan tersebut adalah Nike. Nike adalah perusahaan alat olahraga terkemuka dari AS, menjadi sponsor resmi untuk tim nasional Indonesia, dan juga menjalin kerjasama secara pribadi dengan Bambang Pamungkas.

Jika memang benar, kenapa Nike sampai berani “menitipkan” seorang pemain untuk masuk tim nasional suatu negara. Pertama, BP (demikian sapaan akrab Bambang Pamungkas) merupakan brand ambassador Nike di Indonesia, seperti Kaka untuk timnas Brasil dan Cristiano Ronaldo di timnas Portugal. Sangat merugikan bagi promosi Nike jika pemain yang mereka sponsori tidak bermain untuk timnas, karena bagaimanapun suporter selalu memiliki ikatan yang kuat dengan tim nasional negaranya. Kedua, Nike adalah sponsor apparel resmi tim nasional dalam beberapa tahun terakhir, mereka tentunya memiliki akses untuk memberi masukan bagi staf pelatih di tim nasional. Ketiga, setuju atau tidak BP tetaplah pemain yang paling populer di Indonesia untuk saat ini bahkan sejak 10 tahun yang lalu dan diketahui secara luas sebagai pemain bagus yang tidak neko-neko. Pemain yang baik untuk media promosi Nike di Indonesia tentunya.

Tapi, saya sendiri tidak sepenuhnya yakin dengan tiga argumen yang saya bangun di atas untuk menjustifikasi bahwa BP memang “pemain titipan” dari Nike. Ada banyak alasan mengapa anggapan “pemain titipan” tidak pantas disematkan kepada pemilik nomor punggung 20 di timnas tersebut. Kualitas seorang Bambang Pamungkas tak perlu dipertanyakan lagi. Koleksi 161 gol sepanjang karirnya di Persija dan Selangor FC bisa jadi bukti kualitasnya. BP juga merupakan pemegang rekor gol timnas dengan 36 gol dalam 72 pertandingan serta menjadi pemain Indonesia paling subur di Liga Indonesia dan hanya kalah dari torehan gol Cristian Gonzales. Meski kemampuannya dianggap sudah menurun dan cenderung semakin lamban, BP tetaplah penyerang yang disegani di Liga Super Indonesia dengan koleksi gol yang selalu dua digit setiap musim. Talenta BP pun harum di luar negeri, klub liga Malaysia ingin kembali memboyongnya, bahkan Wellington FC yang bermain di A-League sempat meliriknya untuk direkrut.

Kelebihan lain adalah pengalamannya yang banyak (membela timnas sejak Sea Games 1999) bisa dijadikan pelatih untuk memimpin dan memotivasi pemain muda yang kini banyak menghuni skuad merah putih. Yang juga membedakan BP dengan pemain Indonesia kebanyakan adalah pribadi yang sangat disiplin, tidak pernah mangkir latihan dan terkena persoalan indisipliner lain selama karirnya di klub maupun timnas. BP adalah yang figur yang bersih, dihormati kawan dan disegani lawan bertandingnya.

Jadi, saya rasa Bambang Pamungkas bukanlah pemain yang harus “dibantu” pihak lain untuk bisa masuk tim Garuda senior. BP masih layak untuk menghuni skuad Merah Putih untuk saat ini dan siap untuk memimpin panji tim nasional berlaga di Piala AFF 2010 di Jakarta bulan Desember mendatang.

Ditulis sirajudin habsyi / @hasbisy
Aplikasi BaBe
Title : Pemain Titipan
Description :

0 comments "Pemain Titipan"

Tweet

Ads

Aplikasi BaBe