Find Other Article...
Aksi Aremania Korwil Kongo Di Stadion Piala Dunia 27 Juni

Aksi Aremania Korwil Kongo Di Stadion Piala Dunia 27 Juni

Posted by: Sekilas Info Updated at : Jumat, Juni 11, 2010
JOHANNESBURG - SURYA- Hari ini adalah saat bersejarah bagi Afrika Selatan karena resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia. Namun, Arema juga aka...
JOHANNESBURG - SURYA- Hari ini adalah saat bersejarah bagi Afrika Selatan karena resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia. Namun, Arema juga akan menorehkan sejarah karena benderanya segara berkibar di ajang Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Harie Pandiono Paimin sedang berharap-harap cemas. Pria yang menyebut diri Aremania Korwil DRC (Republik Demokratik Kongo) sedang menunggu pekan terakhir Juni. Bagaimana tidak, ia berancang-ancang mengibarkan bendera Arema Indonesia di salah satu stadion yang menggelar laga Piala Dunia di Johannesburg pada 27 Juni 2010.

“Dari Bumi Arema mengalir untuk Indonesia, Australia, USA, dipijaklah tanah Africa (home of football) dikibarkan di FIFA World Cup 2010 tunggu di Johannesburg 25 Jun – 11 July 2010,” begitulah kalimat dalam email terakhir Sam Harie (panggilan Harie Pandiono) yang diterima redaksi Surya, Kamis (10/6) petang.

Dalam kalimat singkat itu, Harie mencoba menjelaskan bagaimana perjalanannya selama bertahun-tahun. Setelah bekerja di perusahaan tambang raksasa Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa, ia pindah ke Newmont Asia Pasific di Australia pada 2007. Di sela itu ia pernah bertugas di Colorado AS. Sedangkan sekarang ia mengais dolar sebagai Senior Project Admin/Cost Control Manager - Tenke Fungurume Mining at Freeport-McMoran Copper & Gold DRC.

Harie yang mengaku pernah tinggal di kawasan Sumbersari, Kota Malang itu menuturkan, sejak lama mengidam-idamkan bendera Arema Indonesia berkibar di ajang sepak bola dunia. Ia ingin dunia tahu di Indonesia ada klub sepak bola profesional dengan pendukung fanatik, yaitu Arema Indonesia. Ke mana pun ia pergi selalu membawa bendera Arema, sekalipun kecil.

“Setelah Amerika, Australia, dan Asia Tenggara, sekarang Afrika di FIFA World Cup 2010 sekitar 2 - 3 tahun tinggal di sini. Tahun 2012 ayas berencana ke zazirah Arab (Abu Dabi, Emirat dan sekitarnya itu pun kalau ada lowongan di sana jadi sambil cari duit yo mengibarkan bendera) harus berkibar Aremania di sana, sebab sekarang daerah Arab Korwil Aremania masih melempem. Setelah itu ke Europa, sebab sekarang melempem juga Aremania Europa,” demikian isi surat elektronik Harie.

Harie sangat serius dengan bendera itu. Ia mengeluarkan duit beberapa juta rupiah untuk memesan bendera raksasa itu pada seorang teman di Malang. Setelah jadi bendera berukuran 6×8 meter seberat 10 kilogram itu dikirim melalui jasa pengiriman dan tiba di Kongo pada 28 Mei.

Dalam salah satu email-nya, Harie mengungkapkan ada doa bersama lintas agama di Kongo sebelum berangkat ke Afrika Selatan pada 19 Juni.

“Saya sudah nazar seandainya South Africa masuk semifinal, bendera Arema Indonesia ini (sekarang 6 meter x 8 meter seberat 10 kilo) akan dilipatkan menjadi 30 meter x 40 meter berat menjadi 50 kilo nantinya sebelum 11 Agustus 2010 (ulang tahun Arema Indonesia),” katanya dalam email lain dalam milis Arema di grup Yahoo!.

Kecintaan Harie pada Arema tidak perlu diragukan. Ketika bertugas di Colorado pada 2003, ia nekat menghabiskan uang 20.000 dolar AS dan terbang sejauh 16.000 km selama 32 jam nonstop hanya untuk pulang ke Indonesia dan menyaksikan pasukan Singo Edan berlaga dan memenangi Copa Indonesia di Jakarta. Jumlah itu sangat tidak seimbang dengan harga tiket masuk stadion yang waktu itu hanya Rp 15.000.

“Ongkos US$20,000 + Rp 15.000 bisa buat nonton Barcelona di Kandang selama 3 musim, tapi cuma bisa nonton Aremania sekali setahun karena jadi Korwil Aremania USA salah satu korwil terjauh di dunia,” tulisnya.

Dalam salah satu email terakhir di milis, Harie mengaku pulang sebentar ke Malang Maret 2010 untuk mengurus pembuatan bendera raksasa itu. “Setelah itu, April, harus balik ke Johannesburg untuk mengurus izin dan mengambil tiket Piala Dunia,” katanya.

Diawali Pencak Silat

Sementara itu, penantian terhadap turnamen sepak bola terbesar sejagat, Piala Dunia (PD) 2010, mencapai titik puncaknya, Jumat (11/6) ini. Janji Afrika Selatan (Afsel) untuk menyuguhkan warna-warni atraksi dan persahabatan sebagai tuan rumah PD 2010 mulai dibuktikan.

Indonesia pun boleh turut berbangga. Meski tidak pernah sama sekali menghadirkan timnya dalam ajang PD, Indonesia ikut meramaikan pesta mengawali PD 2010 ini. Dalam parade menyambut pembukaan PD 2010 di kota Pretoria, Afsel, Kamis (10/6), delegasi Indonesia yang berpartisipasi lewat penampilan tim pencak silat mendapat sambutan meriah warga Afsel.

Kota Pretoria, tepatnya Stadion Loftus Versfeld di sana, menjadi salah satu tempat pertandingan PD 2010. Yang akan bertanding di sana antara lain tim-tim dari Grup C dan D yaitu Amerika Serikat (AS), Aljazair, Serbia dan Ghana.

Demam sepak bola yang diikuti wakil dari 32 negara –termasuk Afsel– memang mengubah total wajah Afsel. `Benua Hitam` Afrika menjadi penuh warna. Penantian selama empat tahun untuk menyelenggarakan turnamen PD 2010 sudah menyita banyak energi, waktu dan biaya. Dan seperti prakiraan FIFA (Federasi Sepak Bola Dunia), pesta bola dunia pertama di benua Afrika ini akan menjadi pertunjukan terbesar yang ada di bumi.

Untuk persiapan menjelang pembukaan turnamen di Stadion Soccer City, Soweto, Johannesburg malam (sekitar pukul 21.00 WIB), sudah ribuan warga kota itu terbius demam Piala Dunia. Situasi yang terjadi kemarin, jalan-jalan utama Johannesburg dipenuhi warga Afsel yang bangga dan gembira negaranya menjadi tuan rumah, berpadu dengan warna-warni spanduk, baliho dan poster-poster raksasa serta tiupan vuvuzela (terompet khas Afsel) yang nyaring, seakan mengabarkan kepada dunia bahwa inilah Afrika.

Sebagaimana goyangan pinggul seksi artis Shakira yang akan melantunkan lagu Waka!Waka! (This Time for Africa) dalam pembukaan hari ini, warga Afsel ikut berjingkrak seakan sudah menang sebelum bola bergulir di lapangan.

Polisi melaporkan, kemarin sekitar 185.000 orang menyemut di pusat latihan tim nasional (timnas) Afsel di Sturrock Park dan 25.000 lainnya memenuhi Sandton Street, jalan utama di Johannesburg.

Dijadwalkan pesta pembukaan PD 2010 akan dipusatkan di Johannesburg, di mana mantan pemimpin antidiskriminasi dan juga pahlawan negara itu, Nelson Mandela, hadir untuk menyapa sekitar 90.000 penonton yang akan memadati Stadion Soccer City. Sekitar 2,5 miliar pemirsa dari seluruh dunia diperkirakan akan menonton acara pembukaan itu lewat layar TV malam ini.

Nkosi Mandela, cucu Nelson Mandela, menuturkan bahwa kakeknya yang berusia 91 tahun itu akan hadir beberapa menit untuk menyaksikan langsung laga pembuka antara Afsel lawan Meksiko. “Tapi kalau menyaksikan pertandingan Afsel melawan Meksiko sampai selesai, itu akan mengganggu kesehatannya,” kata Nkosi.

Hadirnya Mandela –yang kemungkinan kembali mengenakan batik Indonesia– akan menjadi sejarah bagi publik Afsel. Sebab, banyak yang menilai bahwa keberhasilan Afsel menggelar Piala Dunia ini merupakan bentuk penghargaan kalangan sepak bola dunia terhadap jasa Mandela membebaskan Afsel dari rezim diskriminatif pemerintahan kulit putih sebelumnya.

Awal pesta PD 2010 yang akan berlangsung selama sebulan ini akan bertabur bintang, karena belasan artis akan tampil. Termasuk penyanyi AS, R Kelly, yang akan membawakan lagu pembukaan Sign of a Victory, dengan iringan para artis dari koor Soweto Spiritual Singers.

Kelly hanya salah satunya, karena sajian utama adalah Shakira yang akan menggoyang suasana panas pembukaan dengan liukan pinggulnya dan lengkingan vokalnya. Artis lain yang tampil adalah peniup terompet Hugh Masekela, Femi Kuti dari Nigeria dengan treknya yang populer Bang, Bang, Bang, artis Afro-Arika asal Aljazair, Khaled, band legendaris Ghana Osibisa, serta artis-artis lokal seperti Thandiswa Mazwai, HHP, TKZee dan Timothy Moloi.

Juga ada grup Black Eyed Peas, Juanes dan Alicia Keys. Total, pesta pembukaan selama 30 menit itu akan melibatkan 1.581 artis. Dan tidak kurang dari 18.000 aparat keamanan dari berbagai unit menjaga acara pembukaan ini.

“Dari acara pembukaan itu saja, sudah akan tercermin kebersamaan dan makna persahabatan antara para raksasa Afrika sebelum bertanding di turnamen PD 2010,” kata Danny Jordan, pelaksana acara pembukaan PD 2010 kepada News24.

Partisipasi Indonesia

Sementara Indonesia yang tidak masuk dalam 32 peserta putaran final PD 2010, tetap bisa mengibarkan Merah Putih di Afsel. Seperti kemarin (10/6), Indonesia menjadi peserta kehormatan dari panitia penyelenggara putaran final PD wilayah Pretoria. Tim Indonesia mendapat undangan khusus sebagai wakil dari budaya kawasan Asia.

Indonesia hadir dalam Festival Musanda di Pretoria dengan menampilkan atraksi pencak silat. Festival ini menyusuri sepanjang jalan-jalan utama Pretoria seperti Wessel Street, Park Street, Leyds Street, Essellen Street, Jeppe Street, Beatrix Street, Proes Street, Andries Street dan berakhir di Van Der Walt (Burgers Park).

Rombongan pencak silat Indonesia didatangkan khusus dari padepokan pencak silat Al Azhar, Johannesburg.

Dan respons warga setempat sangat positif. Festival Musanda di Pretoria kemarin sepertinya menjadi milik Indonesia. Sepanjang jalan menuju ke Burgers Park, setiap atraksi yang dilakukan kontingen Indonesia selalu mendapat sambutan luar biasa.

Tim Merah Putih yang sengaja menggelar atraksi pertarungan di setiap perempatan jalan selalu dikerubuti penonton, sangat berbeda dengan kondisi tim lain yang juga menyajikan budaya atau atraksi khas.

Tim pencak silat Indonesia yang dipimpin Priharjono tersebut mampu memukau ribuan penonton yang memadati jalanan di pusat kota Pretoria. Dalam sesi atraksi di setiap perempatan, tim pencak silat Indonesia menampilkan jurus tangan kosong, jurus golok, jurus clurit, sesi tarung tangan kosong, tarung pisau, pertarungan satu lawan dua, jurus trisula dan jurus kipas.

Tim Indonesia beranggotakan 40 orang, yang terdiri dari pesilat level junior sampai dewasa. Mengenakan seragam yang berbeda dengan peserta lain, bercelana putih, baju merah, dan berkopiah ala Minangkabau, Indonesia benar-benar menyedot perhatian pada sesi parade pembukaan Piala Dunia di Pretoria.nsas/ap/tis/tribunnews/bud[ad#twitter]
Aplikasi BaBe

4 comments "Aksi Aremania Korwil Kongo Di Stadion Piala Dunia 27 Juni"

[...] This post was mentioned on Twitter by Putratama Taufik Alb, Putratama Taufik Alb, mahfud , Putratama Taufik Alb, Ramadhan Umar and others. Ramadhan Umar said: RT @infosuporter: Aksi Aremania Korwil Kongo Di Stadion Piala Dunia 27 Juni http://goo.gl/fb/eKWgp [...]

Balas

mantab ya...AREMA salam satu jiwa...
.-= kaos arema´s last blog ..Kaos AREMA Versi HEM!!! =-.

Balas

Hi I found your site by mistake when i was searching bing for this issue, I have to say your site is really helpful I also love the design, its amazing!. I dont have that much time to read all your post at the moment but I have bookmarked your site and also signed up for your RSS feeds. I will be back in a day or two. thanks for a great site.

Balas

I don't even understand how I stopped up here, however I assumed this submit used to be good. I don't understand who you are but definitely you're going to a famous blogger if you happen to are not already ;) Cheers!

Balas

Tweet

Ads

Aplikasi BaBe